6 Alasan Sederhana Mengapa Merek Fashion Mewah Sangat Mahal

  • Whatsapp


Pernahkah
anda mengamati secara mendetail barang-barang indah pada sebuah toko
retail kelas atas, dan bertanya-tanya kenapa semuanya sangat mahal?
Itu tempat yang biasa bagi merek-merek mewah untuk mengenakan harga
yang sangat tinggi pada produk-produk dan pakaian mereka. Anda
mungkin menemukan sepotong baju yang tidak terlalu mahal dan barang
imitasi yang identik pada sebuah toko pakaian kelas atas – dan
satu-satunya perbedaan diantara keduanya hanyalah label harganya.
Mungkin susah dipercaya desainer merek-merek mewah telah mengenakan
harga yang jauh di atas merek-merek yang kurang terkenal, tapi
sebenarnya ada metode kecil dalam penentuan harga yang gila-gilaan
dari label-label pakaian elit tersebut. Inilah alasan sederhana
mengapa merek-merek fashion mewah menjadi sangat mahal. 

Kata
“mewah” datang dengan sebuah label harga.

Kenyataannya,
salah satu karakteristik yang membedakan fashion mewah dengan yang
lain adalah tingkat harganya. Tanpa harga yang dinaikkan, merek-merek
kelas atas dapat dipersepsikan sebagai tidak terlalu berkelas.
Beberapa merek mewah mulai menawarkan beberapa pilihan yang lebih
terjangkau, tapi reputasi dari kemewahan masih dibentuk oleh
peningkatan harga yang yang anda bayarkan pada kasir. 

Konsumen
ingin merasa spesial atau penting.

Bagi
banyak konsumen setia dari merek-merek fashion mewah, semakin tinggi
harga yang mereka bayar, akan semakin kuat persinggungan mereka
dengan persepsi kemewahan itu. Banyak konsumen yang merasa bahwa
semakin tinggi harga yang mereka bayarkan untuk produk yang mereka
beli, semakin kuatlah penegasan mereka ke dalam lingkungan atau kelas
elit dengan atribut kekayaan dan kesuksesannya.  

Sangatlah
mudah untuk menyimpulkan konsep “nilai atas harga” dalam
hal ini. 

Jarum
dan benang yang sama dapat digunakan untuk membuat sebuah pakaian
kelas atas dan sebuah barang label toko (distro). Merek-merek mewah
dapat menciptakan sebuah komponen pertambahan nilai dengan menaikkan
harganya. Dalam dunia fashion mewah, seringkali fungsionalitas
menjadi kurang penting dibandingkan nilai yang dipersepsikan, dan
utilitas dari sebuah barang fashion kelas atas biasanya akan meluas
dalam sebuah peristiwa sporadis atau bahkan pada
penampilan-penampilan di karpet merah atau acara tertentu.  

Umumnya
kualitas bahan yang digunakan sangat kuat dan handal.

Meskipun
beberapa alasan merek-merek mewah dalam mengenakan harga ekstra
berakar pada persepsi nilai, itu belumlah semuanya. Banyak konsumen
yang mau membayar premi tambahan untuk barang-barang fashion mewah
karena umumnya mereka menggunakan bahan-bahan yang sangat mahal dan
superior. Dalam keadaan ini, utilitas dan masa pakai dari sebuah
produk seimbang dengan peningkatan harga untuk konsumen fashion
mewah. 

Merek-merek
mewah bisa juga menciptakan suatu persepsi kelangkaan produk. 

Pasokan
dan permintaan adalah aspek lainnya yang, jika digunakan dengan
benar, tentu akan menguntungkan para desainer fashion. Konsep
produk-produk khusus “satu-untuk-satu” dapat mendorong
konsumen untuk membayar harga tinggi, sebagai pertukaran untuk
eksklusifitas dan pujian lingkungan yang dapat ditawarkan tipe
pembelian seperti ini. 

Konsumen
sebenarnya membayar untuk kejeniusan dan kreatifitas dari para
desainer fashion mewah.

Pada mayoritas merek fashion mewah, proses perancangan dan penciptaan dari sebuah pakaian mewah adalah sebuah proses yang lebih personal dan intensif dibanding pada merek-merek toko (pasaran). Jika sebuah merek toko mungkin memproduksi massal beberapa barang untuk dibeli oleh sekelompok konsumen anonim, para desainer fashion mewah akan menciptakan sendiri produk-produknya dengan intensi pada satu klien di pikiran mereka. Di sinilah berada salah satu titik penjualan (selling point) yang paling penting dari merek-merek fashion mewah dan desainer yang ada di belakangnya.  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *