6 Komedian Legendaris Indonesia, Jadi Kangen!

  • Whatsapp


Jika Anda lagi sedih, jenuh, atau marah, coba redakan semua itu dengan menonton film komedi Tanah Air, pasti energi-energi negatif reda semua, deh! Nah, komedi tanah air tentu saja tidak lepas dengan peran para komedian untuk menghidupkan suasana humoris. 

Dari dulu, komedian Indonesia juga memiliki banyak penggemar, tidak terkecuali komedian legendaris yang telah berhasil menghidupkan dunia hiburan Indonesia. Siapa saja mereka? Kali ini, kami akan membahas 6 komedian legendaris Indonesia, jadi kangen!

1. Srimulat

Pada daftar pertama ada grup komedi atau lawak legendaris Indonesia bernama Srimulat. Grup lawak asal Solo ini menelurkan banyak komedian legendaris seperti Nunung, Tukul Arwana, Tessy, Kadir, Asmuni, Basuki, Doyok, Mamiek, Tarzan, dan masih banyak lagi. Keren banget, ya! Memang seperti apa sih sejarah Srimulat? Oke, yuk kita bahas di bawah ini!

Srimulat didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo di Solo pada tahun 1950. Nama Srimulat terinspirasi dari nama istri Teguh. Nah, Srimulat mengedepankan trademark dalam merekrut anggotanya. Jadi tidak hanya lucu saja, tapi juga harus unik. Seperti contohnya mendiang Asmuni dengan ciri khas, “Hil yang mustahal,” dan “Tunjep poin.” Atau Mamiek dengan kalimatnya, “Mak bedunduk, mak jegagik.” 

Srimulat semakin berjaya pada tahun 1970 sampai 1980-an, karena sering manggung di berbagai kota, bahkan ada serialnya di TVRI. Namun, pada tahun 1989, kejayaan Srimulat mulai meredup, hingga Teguh menyatakan untuk membubarkan Srimulat. Hingga pada tahun 1995, Gogon mengusulkan reuni Srimulat yang terbilang sukses dan meraup banyak penonton. Bahkan Srimulat mulai tampil di layar kaca pada channel Indonesia sejak 1995 – 2003 bertajuk ‘Aneka Ria Srimulat’. 

Sejak saat itu, Srimulat mulai tampil di beberapa acara televisi seperti ‘Srimulat Plus’, ‘Srimulat Cari Bakat’, ‘Srimulat Night Live’, ‘Saatnya Srimulat’, dan ‘Temu Lawak’. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 64 anggota Srimulat, dan banyak yang terkenal hingga sekarang. Namun saat ini, para anggota Srimulat yang tampil di panggung dan televisi, tidak ada yang membawa bendera Srimulat, karena nama itu sepenuhnya milik sang pendiri, Teguh Slamet Rahardjo.

2. Komeng

Masih ingat tidak dengan acara televisi berjudul ‘Spontan’? Acara itu sempat terkenal sejak tahun 19960-an sampai awal tahun 2000-an dan dibawakan oleh Komeng dan Ulfa Dwiyanti. Yap, Komeng dengan jargonnya ‘Spontan, uhuy!’ semakin eksis di dunia hiburan Tanah Air. Hingga saat ini, sudah lebih dari 50 acara komedi, sinetron, dan film sudah dia bintangi. Komeng juga pernah bekerja di Radio SK dan Bens Radio pada tahun 1990-an sebagai penyiar. Wah, memangnya bagaimana profil Komeng? 

Alfiansyah Bustami atau akrab dipanggil Lim Kho Meng atau Komeng lahir di Jakarta, tanggal 25 Agustus 1970. Pria berusia 50 tahun ini mengidolakan mendiang Benyamin Sueb dan dulunya tergabung di grup lawak Diamor beranggotakan Jarwo Kwat, Rudi Sipit, dan Mamo. Grup lawak Diamor pernah mengalami pasang surut, namun akhirnya berhasil berjaya dan meraih lebih dari 10 kali juara festival lawak. Namun saat ini Komeng berkarir solo dengan membintangi banyak acara televisi.

Ciri khas lawakannya yang nyablak khas Betawi, mirip Benyamin Sueb. Meskipun nyablak, tapi tidak frontal dan kasar, tapi menyuguhkan punchline yang tidak terduga. Seperti di acara televisi ‘Komeng Acak Adul’ bersama Adul. Nah, di masa pandemi ini, Komeng mulai aktif di kanal YouTube dan Instagram untuk menghibur penggemarnya! 

3. Taufik Savalas

Pada daftar ketiga ada mendiang Taufik Savalas. Taufik adalah pelawak serba bisa yang lahir pada tanggal 9 Juni 1966 di Jakarta. Kiprahnya di dunia hiburan Tanah Air semakin melejit saat dia membangkitkan lawak tunggal lewat acara Comedy Cafe milik Ramon Papana. Taufik juga membintangi beberapa film seperti ‘Jalan Makin Membara’, ‘Mat Toing’, ‘Iman’, ‘Kusebut Nama-MU’, dan Selembut Wajah Anggun’. Dia juga membintangi banyak acara televisi seperti ‘Asal’, ‘Super M’, ‘Ngacir’, dan ‘Republik BBM’. 

Namun, Taufik Savalas telah meninggalkan kita semua. Dia mengalami kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawanya pada tanggal 11 Juli 2007 di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Saat itu, dia sedang menuju Purbalingga untuk menjadi duta salah satu produk sabun kesehatan. Tragis, mobilnya bertabrakan dengan truk muatan semen. Taufik Savalas meninggalkan istrinya, Rina Rosdiana, dan dua orang anak. Rest in peace, Taufik Savalas!

4. Warkop DKI

Daftar selanjutnya ada grup lawak legendaris Indonesia selain Srimulat, yaitu Warkop DKI. Grup lawak yang beranggotakan mendiang Dono, mendiang Kasino, dan Indro ini memberi warna baru di dunia hiburan Indonesia dengan lawakan yang otentik dan unik. Beberapa film Warkop DKI yang terkenal adalah ‘Dongkrak Antik’, ‘Gengsi Dong’, ‘Manusia 6 Juta Dollar’, dan ‘IQ Jongkok’. Film-film Warkop DKI otomatis menjadi rujukan utama para keluarga untuk ditonton di rumah. 

Warkop DKI awalnya bermula dari acara radio yang digagas Temmy Lesanpura di tahun 1973 dengan merangkul Kasino, Nanu Mulyono, dan Rudy Badil untuk membuka acara di Radio Prambors Jakarta bertajuk ‘Obrolan Santai di Warung Kopi’. Kemudian pada tahun 1974 dan 1976, Dono dan Indro bergabung hingga nama acara radionya berganti menjadi ‘Warkop Prambors’. 

Setelah semakin terkenal, mereka ditawari untuk tampil di dunia panggung hiburan, namun Rudy Badil dan Nanu Mulyono mundur sehingga menyisakan Dono, Kasino, dan Indro saja. Dalam perjalanan karir, akhirnya mereka mengubah nama dari Warkop Prambors menjadi Warkop DKI agar tidak mengirim royalti terus ke pemilik nama asli, Radio Prambors. Warkop DKI menawarkan komedi-komedi pintar ala-ala remaja kuliahan.

Warkop DKI menjadi sangat terkenal sejak tahun 1979. Namun grup lawak itu terpaksa ditinggal wafat 2 anggotanya, Kasino dan Dono. Kasino meninggal pada tahun 1997 akibat kanker otak dan Dono meninggal pada tahun 2001 karena kanker paru-paru. Sebelum menghembuskan napas terakhir, mereka sempat berpesan ke Indro untuk meneruskan perjuangan Warkop. Sehingga Indro tetap eksis sebagai Indro Warkop hingga saat ini. Semoga Indro selalu sehat, ya!

5. Mpok Atiek

Siapa ratunya latah Indonesia? Jawabannya adalah, Mpok Atiek. Pelawak legendaris Tanah Air itu sudah membintangi berbagai sinetron dan film Indonesia dengan gaya latahnya yang khas dan mengundang tawa penontonnya. Wajahnya yang ekspresif juga mendukung sifat latahnya. Beberapa film dan sinetron terkenal yang dibintanginya adalah ‘Cintapuccino’ dan ‘Gerhana’. Memangnya siapa sih Mpok Atiek itu?

Mpok Atiek yang bernama asli Atiek Riwayati lahir di Cirebon, 28 Februari 1956. Dia mengawali karir di dunia hiburan sejak tahun 1978 saat melihat tawaran audisi syuting dari surat kabar. Mpok Atiek yang cita-citanya jadi artis itu langsung menuju TVRI untuk melakukan casting. Hingga akhirnya, Mpok Atiek berhasil meniti karir di dunia hiburan Tanah Air. Semoga sehat terus ya, Mpok!

6. Omas

Daftar terakhir pelawak legendaris Indonesia adalah Omas. Wanita bernama lengkap Omaswati lahir di Jakarta tanggal 3 Mei 1966 dan termasuk artis sekaligus pelawak Indonesia. Dia dikenal juga sebagai pemain lenong, kesenian drama teater dari Betawi. Ciri khasnya adalah lawakannya yang sangat lucu dan ceplas-ceplos sambil mulutnya dimonyong-monyongkan. Beberapa sinetron yang telah dia bintangi adalah Bayangan Adinda, Matahariku, dan Akibat Pernikahan Dini. 

Namun Omas telah menghembuskan napas terakhir pada tanggal 16 Juli 2020 akibat penyakit diabetes yang dideritanya beberapa bulan terakhir. Omas meninggalkan tiga orang anak, seorang kakak yaitu Mandra, dan adiknya Mastur. Istirahat dengan damai ya, Omas!

Nah, itulah 6 komedian legendaris Indonesia. Menurut Anda, apakah ada daftar komedian yang terlewat? Jika ada, beri tahu kami di kolom komentar, ya!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *