Tangis Orang Tua Anak Diruwat Hingga Tewas: Saya Tidak Ada Niat Apa-Apa

  • Whatsapp


 

Tangis Suwartinah (39) pecah saat diinterogasi oleh petugas kepolisian di kantor Polres Temanggung. Ibu dari A (7) bocah yang tewas karena diruwat di Temanggung itu tak kuasa menahan air matanya, dia menyesal. 

Suwartinah mengaku tidak menyangka dukun yang ia percaya, Haryono (56) dan asisten dukun, Budiyono (43) mengantarkannya ke jeruji besi dan kehilangan nyawa anaknya sekaligus. 

Saat proses ruwatan, Suwartinah mengaku ikut membenamkan tubuh anaknya ke dalam bak mandi sebanyak satu kali. Saat anaknya tidak sadarkan diri, ia merasa gemetar pada sekujur tubuhnya dan memendam rasa bersalah. 

“Saya ngga ada niat apa-apa, saya juga pas kejadian itu rasanya ngga karuan. Saya gemetaran. 

Saya diyakini akan hidup lagi, lalu diminta jangan bawa rumah sakit,” tutur Suwartinah sambil menangis seperti dikutip dari tayangan YouTube Channel Jatanras Jateng, Senin (24/5).

Ia bersama suaminya yang juga Ayah kandung korban, Marsidi (43), sepakat menenggelamkan anaknya ke bak mandi atas perintah Haryono. Bersama Budi, Suwartinah dan Marsidi melakukan aksi ruwatan di bak mandi mereka yang berukuran lebar 1 meter, panjang 2 meter, kedalaman 1 meter. 

Suwartinah mengatakan, ia diberi tahu dukun Haryono bahwa anaknya adalah titisan makhluk gaib yang akan merusak tatanan masyarakat Desa Bejen dalam 10 tahun ke depan. Sehingga ia percaya dengan ritual ruwat tersebut anaknya akan bebas dan tidak akan menjadi nakal. 

Usai ruwatan yang menewaskan anaknya itu pada Januari 2021, Suwartinah dan suaminya tetap merawat jasad anaknya karena percaya dengan omongan dukun bahwa anaknya akan hidup kembali.

Setiap hari selama empat bulan dia membersihkan tubuh korban yang diletakkan di atas tempat tidur di sebuah kamar di rumahnya. 

Ia mengatakan, tubuh korban diusap dengan handuk dan dipakaikan pampers. Untuk menghilangkan bau dari mayat korban, ia menyemprotkan pengharum ruangan dan meletakkan sejumlah kapur barus.

“(Dibersihkan) setiap hari. Cara membersihkan ya dilap, pakai kain lap, nanti alasnya diganti, pampersnya diganti, setiap hari dikasih pampers. Harapannya tiap hari yakin dia bisa hidup lagi, tiap hari saya diberi janji (oleh dukun Haryono) akan dihidupkan lagi,” tuturnya. 

Suwartinah mengaku sampai sulit lagi menangis, iya berulang kali menyalahkan dirinya dengan tetap berharap anaknya dapat hidup kembali sampai akhirnya polisi menangkapnya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *