Viral Bayi Diduga Dicovidkan & Ditelantarkan di RS Pirngadi, Nyawanya Tak Tertolong

  • Whatsapp


 

Kembali lagi terjadi, seorang pasien diduga dicovidkan oleh salah satu rumah sakit. Bukan hanya itu, pasien yang merupakan seorang bayi berumur 3 minggu ini bahkan juga diduga ditelantarkan. Kejadian tersebut terjadi di Rumah Sakit Pirngadi, Medan.

Peristiwa itu diungkap keluarga bayi dalam sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video terlihat, keluarga dari pasien protes mengenai layanan rumah sakit milik Pemkot Medan ini. Wanita ini juga menjelaskan apa saja layanan buruk yang dilakukan kepada sang anak.

Lantas bagaimana cerita viral bayi 3 minggu diduga dicovidkan dan ditelantarkan rumah sakit? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (17/6), simak ulasan informasinya berikut ini.

Diduga Dicovidkan

Seorang wanita menceritakan layanan buruk yang diterima keluarganya di rumah sakit Pirngadi Medan. Bahkan, pihak rumah sakit diduga mencovidkan sang pasien. Padahal pasien tersebut merupakan seorang bayi berusia 3 minggu.

“Tadi hasil rapidnya enggak tahu kapan di rapid, kapan di antibodi dibilang reaktif. Ternyata direkturnya ditelepon dari Wakil DPR (DPRD) tadi barulah anak ini sebelum masuk ruang operasi di swab antigen dan hasilnya negatif. Nah mereka berarti berbohong,” ungkap wanita yang merupakan ibu bayi tersebut dikutip dari Instagram majeliskopi08.

“Sekarang saya minta anak saya dibawa pulang, itu tidak dikasih sama rumah sakitnya. Karena enggak jadi operasi gara-gara selang infus untuk dekat di tulang bahu. Satu pun dokter di rumah sakit ini tidak ada yang berani jumpai kami hanya untuk melepaskan alat untuk di badan anak ini. Katanya telepon dokter dulu bu apa segala macam, padahal sampai ruang operasi dokternya enggak ngapa-ngapain dua jam,” sambungnya.

“Dua jam hanya untuk keluar membilangkan ‘Bu alat yang untuk masuk selang infus dari bahunya enggak ada Bu di tempat kita’. Rumah sakit se-Medan ini banyak, halo. Masak gara-gara selang infus, anak seperti ini enggak jadi di operasi,” lanjutnya.

Bayi ini mengembuskan napas terakhir saat dibawa pulang ke rumahnya. Duka mendalam tentu dirasakan oleh keluarga pasien. Apalagi sebelumnya si kecil mendapatkan perlakukan yang kurang dari rumah sakit.

Klarifikasi RSUD Pirngadi

“Saat masuk ke RSUD Pirngadi Medan pasien tersebut menjalani rapid test antigen dan hasilnya reaktif pada, Senin (2021) malam. 

Selanjutnya, saat akan dioperasi pada Rabu (2021), pasien tersebut menjalani rapid test antigen untuk kedua kalinya dan hasilnya negatif. Inilah pemicunya, reaktif itu dinilai positif. Padahal itu antibodi. 

Jadi muncullah bahasa seakan-akan Pirngadi mengcovidkan. Padahal hasil kedua itu negatif. Kalau video itu, benar berada di rumah sakit,” ujar Kassubbag Humas RSUD Pirngadi, Edison Perangin-angin dikutip dari inews.

“Bukan ditelantarkan, kami punya SOP pemeriksaan. Sekitar pukul 00.45 WIB sudah ada rencana dilakukan operasi. Namun pada pukul 00.55 WIB, keluarga meminta pemulangan itu dan ditandatangani orangtuanya,” sambungnya.

Ramai Kasus Tabung Oksigen Kosong

“Tabung gas, masih terisi. Kita sudah bantah (video viral) itu dengan cara membuat laporan ke Polrestabes Medan,” kata Edison pada Jumat, dilansir dari BERITASATU.MY.ID.

Setelah memanggil pihak BPFK Medan, Ombudsman RI Perwakilan Sumut menemukan fakta bahwa RSUD Pirngadi Medan tidak mengajukan permohonan kalibrasi atau pengujian alat regulator oksigen.

“Terungkap bahwa RS Pirngadi sejak 2018 hingga 2021 tidak pernah mengajukan permohonan kalibrasi atau pengujian alat regulator oksigen. Jadi kalau alat kesehatan yang digunakan di rumah sakit tidak baik atau tidak berfungsi dengan baik, itu berarti kecil kemungkinan untuk penyelamatan pasien,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar pada Jumat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *