Dua Kasus Pembunuhan Bayi Terungkap, Satu Pelaku Adalah Ibu Kandung

  • Whatsapp


 

Dua kasus pembunuhan serta pembuangan bayi di Ponorogo dan Blitar akhirnya terungkap. Polisi juga telah menetapkan para tersangka aksi keji itu.

Di Ponorogo, polisi mengungkap kasus pembuang jasad bayi di Kaponan, Mlarak. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah pacar dan ayah kandung perempuan yang melahirkan orok tersebut.

”Awalnya, kami amankan empat orang. Lalu, kami tetapkan dua tersangka dalam kasus ini,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto kemarin (2021).

Tersangka pertama adalah Karni, 66, warga Kaponan, Mlarak, ayah dari ibu bayi tersebut. Berikutnya adalah Vendy Alfian, 19, juga warga Kaponan, yang tak lain adalah pacar ibu bayi malang tersebut. Sementara itu, sang ibu bayi berinisial WS, 16, ditetapkan sebagai korban. ”Semua kami amankan dari Trenggalek. Mereka mencoba melarikan diri ke rumah saudaranya,’’ jelas Arief.

Berdasar pemeriksaan, bayi laki-laki yang ditemukan warga di persawahan Kaponan, Mlarak, itu hasil hubungan di luar nikah BERITASATU.MY.ID WS dan Vendy. Setelah bayi itu lahir, Karni membantu membersihkan bayi tersebut.

Berdasar penuturan Karni, bayi tersebut sudah meninggal. Tapi, keterangan itu berbeda dengan hasil otopsi RS Bhayangkara, Kediri, yang menyebutkan bayi masih hidup saat lahir. ”Keterangan K (Karni, Red) bayi sudah meninggal. Karena malu, (bayi) dimandikan, ditutup kain, lalu dikubur untuk menghilangkan jejak,’’ papar Arief.

Sementara itu, kasus bayi yang dikubur di Desa Sumberkembar, Kecamatan Binangun, juga bisa diungkap Polres Blitar. Bayi laki-laki nahas itu diketahui tewas setelah dibunuh ibunya, SL, dengan cara dicekik dengan kain. Aksi sadis tersebut dilakukan sesaat setelah bayi .

Penyebab kematian itu terkuak berdasar hasil otopsi terhadap mayat bayi laki-laki tersebut. Atas dasar itulah, polisi akhirnya menetapkan SL sebagai tersangka.

Kemarin (5/2) SL resmi mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Janda beranak dua itu dihadirkan di hadapan awak media. Dengan mengenakan masker di wajah dan jilbab, SL digiring dari tahanan Polsek Garum menuju meja rilis.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi mengatakan, hasil otopsi terhadap bayi tersebut menjadi bukti kepolisian untuk menetapkan SL sebagai tersangka. ’’Bahwa SL mengakui telah membunuh bayinya dengan cara dicekik menggunakan kain,” jelas perwira berpangkat tiga balok di pundak itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *