Anak Perkosa Ibu Kandung dan Keponakan, Polisi Tak Bisa Menangkap Pelaku

  • Whatsapp


 

Dijelaskan Nurhayati, pendamping dari LK3 Bontang, pihaknya terpaksa membawa YB ke RPTC, sebab ditakutkan HR akan melakukan perzinahan terlarang lagi kepada ibunya. Selain itu HR terlihat kerap melakukan kekasaran pada ibunya.

“Kami takut, makanya kami pisahkan ibunya dan ditempatkan di RPTC,” ujar Nurhayati, seperti dilansir prokal (grup pojoksatu), Jumat (2021).

Menurut keterangan ketua RT 03 Kanaan, Yulianus Alwi, HR sering berulah yang membuat resah warga. HR sempat marah-marah dan teriak-teriak mencari ibunya, sampai merusak pagar Pos Kamling.

Dikhawatirkan, keresahan warga semakin menjadi ketika pihak kepolisian tak bisa memproses HR.

“Kami takut, kami resah, tapi polisi tak bisa proses. Karena tak punya bukti kuat. Kami takut, apa nunggu ada korban, baru bisa diproses ya,” ucap Yulianus diamini beberapa warga yang ikut mengantar YB ke kantor polisi kemarin.

Dikatakan Yulianus, HR pun pernah dilaporkan adiknya sendiri, MT (almarhumah) lantaran pelaku diduga memperkosa anak perempuan MT yang masih di bawah umur.

Namun, lagi-lagi laporan itu mentah, karena yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Keluarga pun akhirnya menutup diri.

“Almarhumah pernah cerita ke saya, minta agar HR dipenjara, soalnya sudah perkosa anaknya,” ujar Yulianus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *