5 Puisi Hari Kemerdekaan ke-76 RI, Ada yang Bertema Pandemi

  • Whatsapp


 Menulis puisi Hari Kemerdekaan RI ke-76 bisa menjadi pilihan aktivitas. Apalagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat aktivitas masyarakat masih harus di rumah saja.

Selain itu puisi Hari Kemerdekaan RI ini juga bisa menjadi inspirasi untuk ucapan selamat HUT RI ke-76.

BERITASATU.MY.ID telah merangkum 5 puisi Hari Kemerdekaan RI berikut yang bisa jadi contoh. Ada yang bertema pandemi hingga pahlawan seperti dirangkum dari buku Antologi Puisi Kemerdekaan Indonesia.

Semangat Kemerdekaan di Tengah Pandemi

karya Nafa Adenia

Detik ini bangsa kita telah merdeka

Bangsa besar telah lahir

Terwujud dengar semangat para pejuang yang terbayarkan dengan tetesan darah dan air mata

Namun,sejak engkau datang kami mengurung diri di dalam rumah,

mengunci pintu dan jendela, menutup lubang angin, menutup segala yang terbuka dari rasa takut

Padahal kami tak tahu, engkau ada di luar atau di dalam tubuh kami

Tetapi hidup kian membuat kita tak ramah

Banyak yang susah tambah susah

Yang bekerja pun harus dibuat gelisah

Sandang, pangan dan kebutuhan berpacu dengan pembatasan

Mencari kian tak tau arah dan tujuan

Hingga detik ini ribuan nyawa telah melayang

Sebuah harga yang harus dibayar

Demi terwujudnya satu kata MERDEKA

Tetap semangat, semua pasti ada jalannya, semoga pandemi corona ini cepat berlalu

dan kita semua kembali beraktivitas seperti biasanya, Semangat Kawan!!!

Karawang Bekasi

karya Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring BERITASATU.MY.ID Karawang-Bekasi

Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami

Terbayang kami maju dan berdegap hati?Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa

Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa

Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang-kenanglah kami

Menjaga Bung Karno

Menjaga Bung Hatta

Menjaga Bung Syahrir

Kami sekarang mayat

Berilah kami arti

Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami

Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring BERITASATU.MY.ID Karawang-Bekasi

Yang terampas dan yang terputus.

Tanyaku Sederhana

Oleh: Muhammad Sifak Almurtadho

Aku adalah seribu tahun lalu

Mencoba melawan semua kalah dan luka untuk kubawa pergi

Merenggut semua kalimat asa untuk merdeka

Angkasa surya menopang semua deru ombak derita

Ringkus habis semuanya!

Tanpa ada orang yang tersisa

Semua tulisan-tulisan dari penyair terkenal ini

Adalah bukti nyata

Kalau dulu negara ini menelan jutaan jiwa

Sampai merdeka!

Saat ini, negara ini dijajah mati oleh pribumi sendiri

Bukannya benar pertanyaanku?

Sudahi semua pertikaian ini, atau merdeka dua kali?

Ringkus peristiwa!

Kita merdeka karena kita berbeda!

Hari Merdeka

Irham Wahyu S

Sorak gempita

Di hari Jumat, 17 Agustus 1945

Merdeka..

Merdeka..

Merdeka..

Teriak rakyat di penjuru Indonesia

Alhamdulillah…

Syukur…

Jawaban doa dari pejuang selama berabad-abad…

Bebas…

Tak terkekang…

Bangkit…

Geliat roda kehidupan bangsa…

Gelorakan jiwa…

Sucikan nurani…

Tebalkan tekad…

Untuk Negeri tercinta…

Terarah…

Terukur…

Lagu pembangunan

Demi kejayaan Indonesia

Apa Kata Bung Hatta

karya Hati Nurahayu

Banyak kata untuk negeri

Terjujur dari jiwa yang murni

Indonesia ada selalu di hati

Terucap pesan yang terpatri

Persatuan satu harus miliki

Jangan pudar karena dari para pembenci

Memecah belah negeri

Karena ingin kita dikuliti

Jatuh bangunnya negeri

Ingatlah selalu tertanam di diri

Bersatu padu selalu ada di jiwa kami

Penjajah pemecah belah takut kekuatan ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *