Gunakan Alat Tangkap Terlarang, Sejumlah Nelayan Diamankan

  • Whatsapp


BERITASATU, Banda Aceh: Dikhawatirkan dapat merusak kelestarian laut dan terumbu karang di kawasan Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, Aceh, sejumlah nelayan dari Kepulauan Banyak diamankan tim operasi pengamanan Laut Singkil. Selasa (14/09/2021) malam.

Enam perahu (Robin) milik para nelayan beserta dengan orangnya (ABK) diamankan dari kawasan Ujung Batu, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Karena Kapal Penangkap Ikan ini, melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak (destructive fishing) melalui alat tangkap yang dilarang. Yaitu tombak ikan besarta dengan alat bantu berupa kompresor.

“Peralatan atau BB yang diamankan berupa, Anatara 6 (enam) unit kompresor, 6 (enam) rol selang, dan 9 (sembilan) buah dakor. Kemudian 9 (sembilan) buah tembak ikan, 9 (sembilan) pasang kaki katak (Fin), serta 9 (sembilan) buah Senter,” sebut Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh Samsul Kamal kepada sejumlah wartawan, di Singkil, Rabu (15/9/2021).

Diungkapkannya, dalam operasi pengamanan laut kali ini, tim gabungan terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Singkil, dan Satpol Airud Polres Aceh Singkil.

“Selain sejumlah peralatan yang kita sita hasil dari operasi. Juga terdapat enam unit kapal (perahu/Robin) nelayan, beserta dengan biduknya turun diamankan,” tambahnya.

Samsul menjepaskan, dilaksanakannya patroli pengamanan laut tersebut selain bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem dengan menjaga kerusakan terumbu karang, juga untuk mengontrol kawasan Kepulauan Banyak, Aceh Singkil yang merupakan kawasan konservasi. 

“Serta ke depan untuk Menjaga Laut dari Ancaman Destructive Fishing,” ujaenya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *