Kisah Mohammed Salisu, “Menara Southampton” Kandidat Pengganti Pique di Barcelona

  • Whatsapp
10 Foto Anna Lewandowska, Istri Robert Lewandowski Pemegang Sabuk Hitam Karate


“Dia masuk radar Ronald Koeman sejak musim lalu. Apa hebatnya pemain ini?”

BERITASATU.MY.ID – Berpostur 191 cm, Mohammed Salisu Abdul Karim ibarat menara di lini belakang Southampton. Di awal musim 2021/2021, pemuda Ghana berusia 22 tahun itu mampu masuk starting line-up The Saints. Dampaknya, banyak klub besar memperhatikan.

Lahir di Accra, 17 April 1999, Salisu memulai kariernya di klub junior lokal di kampung halamannya, Kumasi Barcelona Babies. Lalu, bergabung dengan West African Football Academy pada 2013. Dia meninggalkan WAFA karena alasan pribadi pada 2015.

Keluar dari WAFA, Salisu Kemudian bergabung dengan African Talent Football Academy di Nsawam. Pada Oktober 2017, bakat Salisu terpantau talent scout Eropa. Dia terbang ke Spanyol untuk bergabung dengan Akademi Real Valladolid. Dari Valladolid, Eropa semakin mengenal Salisu.

Terbukti, pada 12 Agustus 2020, Salisu bergabung dengan Southampton setelah ditebus 10,9 juta pounds (Rp214 miliar) dan dikontrak empat tahun. Tapi, debutnya baru terjadi enam bulan kemudian, pada 11 Februari 2021, dalam kemenangan 2-0 atas Wolverhampton Wanderers di Piala FA.

Salisu melakukan debut di Liga Premier tiga hari kemudian ketika masuk pada menit 72 untuk menggantikan Kyle Walker-Peters yang cedera. Dia juga tampil melawan Wolverhampton, yang berakhir dengan kekalahan 1-2 di kandang.

Performa Salisu semakin moncer pada awal musim ini. Dia menikmati beberapa minggu terkini yang mengesankan di Liga Premier. Bahkan, Salisu mendapatkan banyak pujian atas peran signifikan dalam membantu dan menjaga striker West Ham United, Michail Antonio, untuk tetap tumpul tenang selama hasil imbang tanpa gol, akhir pekan lalu.

“Sebagai pemain belakang, Salisu sangat kuat. Dalam duel, dia sangat jahat karena dia menyerang mereka, itulah permainannya. Dia masih perlu berkembang dengan bola. Dia belum menjadi seperti (Jannik) Vestergaard. Kami tumbuh perlahan dengan cara ini. Ini bukan sesuatu yang dipelajari dalam satu hari,” kata Pelatih The Saints, Ralph Hasenhuettl, dilansir The Sun.

“Kami memaksanya untuk bermain dengan bola, bukan sesuatu yang sering dia lakukan dalam kariernya. Saya senang untuk dua bek tengah yang kini mencatatkan clean sheets pertama mereka musim ini,” tambah Hasenhuettl. 

“Inilah mengapa saya ingin dia bermain melawan (Michail) Antonio (versus West Ham). Fisiknya. Dia memiliki kualitas ini. Hari ini kami memiliki pertandingan pertama di mana kami bisa menghentikannya dan ini bagus untuk dilihat,” beber Hasenhuettl.

Kemunculan bek muda dan potensial ini telah memunculkan banyak rumor. Salisu sudah digadang-gadang sebagai target transfer Barcelona selanjutnya. Salah satu surat kabar di Spanyol, Los Fichajes, menyebut bek Ghana berusia 22 tahun itu sebagai pemain yang sedang dipikirkan untuk direkrut sebagai pengganti Gerard Pique yang sudah berusia 34 tahun.

Jika melihat latar belakang Salisu yang dididik Valladolid, ketertarikan Barcelona sangat masuk akal. Bermain di Camp Nou berarti Salisu tidak membutuhkan adaptasi karena dirinya fasih bicara Bahasa Spanyol dan mengerti karakter La Liga.

(atmaja wijaya/anda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *