Five V sebut musik haram: Meninggalkan musik kunci bisa menghafal Al-Qur’an

  • Whatsapp
Five Vi hijrah


Setelah mempermasalahkan rokok dan sujud anak terhadap orang tua, kali ini Five V menyoroti hukum musik dalam agama Islam.

Fivey Rachmawati atau yang akrab disebut Five V memang kini telah hijrah dan lama tak aktif di dunia hiburan. Lewat media sosial pribadinya, Five V juga kerap berbagi dakwah dan tausiah seputar keagamaan. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa pernyataan Five V kerap menimbulkan pro dan kontra di kalangan warganet.

Baru-baru ini, Five V juga menyebut bahwa musik adalah haram. Ia pun menyertakan penggalan salah satu surat dalam Kitab Suci sebagaimana berikut.

Sumber: Instagram Five Vi

“Disebutkan dalam Al-Quran dan hadits, bahwa musik adalah haram. Allah Ta’ala berfirman: Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. QS. Luqman: 6,” tulisnya pada Rabu, (15/09/21).

Five V juga mengajak followers-nya untuk meninggalkan musik yang disebut sebagai kunci untuk dapat menghafal Al-Qur’an.

“Maka, saatnya untuk tinggalkan musik. Bahkan meninggalkan musik diantara kunci bisa menghafal Al-Quran. Dan perlu diketahui, bahwa Al-Quran dan musik adalah dua hal yang tidak mungkin bersatu. Karena tidak mungkin dan mustahil berkumpul dalam satu jiwa manusia, kecintaan terhadap musik dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ketika jiwa kita mulai membenci musik, maka rasakanlah, bersemilah kecintaan jiwa kita terhadap Al-Qur’an.”

Lebih lanjut, Five V pun menjabarkan berbagai hadis yang dianggap mendukung anggapannya tentang hukum musik dalam Islam.

Selebriti Five Vi sudah berhijrah. Foto: Instagram.
Selebriti Five Vi sudah berhijrah. Foto: Instagram.

“Sebagaimana yang dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah: Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan dan mengamalkan isi Al-Quran. Ingatlah, Al-Quran dan musik (nyanyian) selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang. Ighatsatul Lahfan 1/248-249.”

“Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: “Ada orang-orang yang sudah terbiasa mendengarkan nyanyian dan merasa puas dengannya, mereka tidak tertarik untuk mendengar Al-Quran dan tidak bahagia dengannya serta tidak terkesan ketika mendengar ayat-ayat Al-Quran sebagaimana ketika mendengar lirik-lirik lagu. Bahkan, jika mereka mendengar Al-Quran, mereka mendengarnya dengan hati yang lalai dan lisan yang kosong. Tetapi, apabila mereka mendengar tepukan dan tiupan musik, maka mereka dengarkan dengan seksama, diam terpaku, jiwa membisu, seraya meneguk minuman (khamar jiwa).” Majmu’ Al-Fatawa 11/568.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *