Kenangan Muhamad Fajar, Sempatkan Video Call Sebelum Terbang

  • Whatsapp


BERITASATU, Bekasi: Ibu almarhum Muhammad Fajar Dwi Saputra, Sri Purwati (54) mengungkap kenangan bahwa Fajar selalu video call dengan istri dan anaknya yang belum genap satu tahun sebelum dan sesudah terbang.

Fajar yang merupakan Co-Pilot pesawat Rimbun Air meninggal dunia akibat pesawatnya jatuh di Perbukitan Kampung Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

“Selalu setiap saat komunikasi karena dia baru punya anak kecil lagi lucu-lucunya. Setiap mau terbang dan landing dia sempatkan video call,” tutur Sri di rumahnya Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021)..

Menurut pria yang akrab disapa Sri ini, pihak manajemen mengantarkan almarhum ke rumah duka sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung dimakamkan malam ini. 

”Dishalatkan dulu di masjid dan dimakamkan malam ini juga,” tuturnya. 

Almarhum dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari rumah duka.

Fajar bekerja di Rimbun Air sejak Januari 2020. Sebelum di Rimbun Air, dia bekerja sebagai Co-Pilot di maskapai Avia Star. Jenazah tiga awak pesawat Rimbun Air yang jatuh di Perbukitan Kampung Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (15/9) tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika pada Kamis (16/9) pukul 08.33 WIT.

Tiba di Mimika, jenazah langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk proses identifikasi dan dibersihkan sebelum diserahkan kepada pihak maskapai. 

Sebanyak 3 jenazah awak pesawat Rimbun Air yakni pilot H Mirza, Co-Pilot Fajar, dan teknisi Iswahyudi dievakuasi ke Timika dengan pesawat Rimbun Air PK OTJ.

Begitu pesawat parkir di Apron Pesawat Kargo Bandara Timika, personel Basarnas Timika langsung memindahkan tiga jenazah ke mobil ambulans milik Rumkitban TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. (Leny Kurniawati)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *