Waspada Potensi Predator pada Anak

  • Whatsapp


BERITASATU, Manggar: Maraknya kasus asusila atau pelecehan seksual terhadap anak-anak dalam kurun waktu terakhir mengundang keprihatinan sejumlah pihak di Kepulauan Bangka Belitung.

Kasus yang baru saja terjadi dan belum lekang di ingatan yakni pemerkosaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka berinisial SD (18) warga Pangkalan Bugis, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

SD Diduga melakukan asusila terhadap korban “S” (25) yang merupakan tetangga dekat pelaku.

“Kami sangat menyesalkan, karena memang untuk kasus sebelumnya juga belum tuntas di meja persidangan menyusul lagi kasus baru,” Ketua Lembaga Perlindungan Anak Belitung Timur Imelda Handayani kepada rri.co.id, Kamis (16/9/2021) di Manggar.

Menurutnya, peran orang tua jika kasus serupa terjadi terhadap anak-anak sangat di butuhkan.

“Jadi, memang peran orang tua untuk mengawasi anak-anak, perlu di ketahui dan waspada predator anak ini tidak dapat di identifikasi jadi siapapun bisa melakukan dan memang orang – orang terdekat dengan anak itu bisa menjadi pelakunya,” kata dia.

Imelda Handayani menambahkan jika dulu orang tua selalu menasihati anak – anaknya untuk tidak mendekati orang asing, namun saat ini kondisi itu justru  berbalik.

“Tapi ternyata justru orang – orang terdekatlah yang paling sering melakukan pelecehan seksual itu dari beberapa kasus yang kami dampingi pelaku itu ada om, tante, teman baik ayahnya,” terang dia.

Ia berpesan kepada orang tua untuk tidak terlalu mempercayai siapapun yang ada di sekitar keluarganya.

“Bukan kita paranoid, ya. Tetapi memang faktanya di lapangan seperti itu,” kata dia.

Seorang warga Belitung Timur Rozali juga ikut prihatin terhadap kasus pelecehan seksual yang marak terjadi di lingkungan rumahnya.

Apalagi, kasus pelecehan yang terjadi terakhir ini di wilayah tersebut di lakukan oleh remaja dan beberapa kasus lainnya yang menjadi korban bahkan juga anak-anak.

Menurutnya peran orang tua baik sebagai contoh maupun sebagai pengawas dan pendidik sangat menentukan prilaku dan kebiasaan anak-anak. (DNS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *