Covid-19 Menurun, DBD Melonjak di Tangsel

  • Whatsapp


BERITASATU, Tangerang Selatan: Kasus  demam berdarah dengue (DBD) kian melonjak di Kota Tangerang Selatan atau Tangsel.

Terbukti dengan adanya peningkatan jumlah pasien penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypty di rumah sakit umum (RSU) daerah termuda di Privinsi Banten ini.

Kepala Seksi Pelayanan Medis RSU Kota Tangsel, Ronald Adrianto mengaku, sejak Agustus lalu, pihaknya telah merawat sebanyak 43 pasien yang terinfeksi virus dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini.

“Bulan Agustus kemarin itu kami merawat sekitar 22 pasien. Dan untuk September ini dari tanggal satu, itu sudah 21 pasien dirawat,” ujarnya kepada rri.co.id, Jumat, (17/9/2021). 

Puluhan pasien tersebut, sambung Ronald, mayoritas berusia dewasa. Kondisinya pun dapat terjaga dengan baik tanpa mengalami kondisi yang buruk. 

“Ya untuk pasien yang dirawat dan datang ke UGD itu pasien dengan grade 1 satu, bukan dengan kondisi yang berat,” terangnya. 

Kasus DBD ini, diakui Ronald telah mengalami peningkatan. Kendati demikian, ia berharap agar penularan kasus DBD ini dapat terkontrol dengan baik. 

“Ya untuk pasien, memang baru setengah bulan saja sudah 21 orang. Mudah-mudahan sih tidak ada peningkatan yang terlalu tinggi,” harapnya. 

Sementara, angka kasus aktif Covid-19 di Kota Tangsel menurun sejak masa PPKM level 3 perpanjangan. Menurut data angka kasus aktif sebanyak 380 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, Alin Hendarlin mengungkapkan, saat ini tidak ada wilayah RT/Rw di Kota Tangsel yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Dari 3.893 wilayah RT di Kota Tangsel, hanya 45 wilayah RT masuk zona kuning, sisanya dalam zona hijau.

“45 wilayah RT dalam zona kuning itu, tersebar di enam wilayah dari tujuh wilayah kecamatan. Hanya kecamatan Setu, seluruh wilayah RT-nya dalam zona hijau,” tutup Alin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *