Perjuangan Keras Dua Atlet PON Dompu

  • Whatsapp


BERITASATU, Dompu: Armasyah dan Govinda dua atlet Selancar Ombak yang memperkuat Nusa Tenggara Barat, dalam ajang PON XX di Papua, harus merogoh kocek sendiri, untuk berangkat ke Mataram, guna menjalani karantina, sebelum diterbangkan ke Papua.

Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Dompu, M Ali mengatakan, kedua atlet ini, berangkat bersama pelatih Surving dari PSOI, Dedi Gun. Keberangkatan ketiga atlet dengan biaya sendiri, karena Pemkab Dompu dan KONI, yang semula berjanji akan membantu, hingga keberangkatan mereka tidak pernah terealisasi.

“Pemkab dan KONI Dompu, sepertinya tidak punya niatan baik bagi pengembangan olah raga selancar ombak ini, padahal banyak prestasi yang kami torehkan,” katanya, Jum’at (17/9/2021).

PSOI Dompu, lanjut Ali, sempat membawa nama harum Dompu, tidak hanya di kancah nasional, namun juga Internasional.

One Anwar, peraih medali emas dalam Sea Games 2018 adalah atlet binaan PSOI Dompu. Bahkan, One Anwar, saat ini sedang berada si California, untuk mengikuti kejuaraan Dunia Surving.

Menjadi kebiasaan, lanjut Ali, ketika atlit PSOI meraih medali emas seperti rekor yang diraih One Anwar di Sea Games. Pemkab Dompu yang paling membanggakan diri karena putra Dompu mendapatkan medali emas di Sea Game.

“Pemkab harusnya memperhatikan para atlit ini sebagai pemantik semangat supaya berjuang lebih focus dalam upaya mendapatkan medali Emas di PON nanti,” jelasnya.

“Pemkab Dompu, sempat bangga sih atas prestasi One, tapi ya cuma bangga saja, perhatiannya Nol besar,” tegasnya.

Diketahui, terkait dua atlet selancar ombak yang akan pergi ke PON Papua, Armansyah dan Govinda, akan turun di kelas Shortboard dan Open Devision. Kedua atlet ini, sudah melalui seleksi ketat  yang dilakukan melalui Event kejuaraan yang dihelat oleh Liga Surfing Indonesia  (LSI).  Kedua atlwt ini, mengantongi point teratas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *