Rahasia di balik usia panjang Mitsubishi L300 di Indonesia

  • Whatsapp
Mitsubishi L300 milik konsumen. Foto: Dokpri untuk Hops.id.


Sayup-sayup terdengar pria kurus tinggi bernama Andi Sasmara tengah memerintah sejumlah buruh kasar. Dia meminta agar pepaya-pepaya yang ada di depannya dipindah dan disusun rapi ke mobil colt Mitsubishi L300 berkelir hitam.

Mereka yang dengar perintah Andi langsung angguk tanda patuh. Tak butuh waktu lama, beberapa ton pepaya tersusun rapi dan siap dikirim dari Lampung ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Harga angkut pepaya di lapak kalau memakai L300 memang lebih mahal sedikit. Bedanya bisa Rp200 per pepaya ketimbang colt diesel, truk engkel atau truk canter. Akan tetapi, Andi yakin pedagang bakal lebih untung pakai L300, karena dijamin pepaya-pepaya itu tetap utuh tak bakal hancur sampai ke tujuan.

“Kenapa, karena barang dengan L300 pasti disusun rapi, bagus. Beda dengan truk, dilempar-lempar, atau ditumpuk asal. Jadi walau bisa muat 6 ton, tetapi 2 tonnya rusak sampai di lokasi,” kata dia bercerita, Kamis 16 September 2021.

Andi adalah orang yang dipercaya oleh pamannya Djalil. Si paman merupakan pemilik jasa angkut kirim buah-buahan ke berbagai wilayah. Adapun armada yang jadi andalannya adalah Mitsubishi L300.

Mitsubishi L300 milik konsumen. Foto: Dokpri untuk Hops.id.

Sejak armada dikomersilkan, dia mengaku memiliki prospek sangat cerah. Terbukti, sejak berkiprah dari 2008, Djalil, kata Andi, kini telah memiliki sejumlah armada L300 lain dan mobil pribadi. Termasuk dapat membangun rumah modern di tempat tinggalnya.

Bukan cuma Djalil semata. Di Lampung, L300 kata dia juga sangat diandalkan banyak pelaku usaha. Ada beberapa kelebihan mengapa mobil Mitsubishi L300 banyak dilirik. Pikap yang diperkenalkan sejak 1980-an di Indonesia ini menguntungkan dari sisi akomodasi. Baik apabila digunakan usaha sendiri, ataupun dipakai khusus untuk ‘narik’.

Walau muatan cuma beda sekira 3 kuintal ketimbang engkel atau canter, namun harga tiket baik tol, dan lain sebagainya hingga kapal, L300 jauh lebih untung, karena masuk kategori termurah.

“Jadi kita juga menang di uang jalan. Kalau L300 tiketnya termurah, sementara engkel bisa Rp750 ribu. Daya angkutnya juga luas, beda sedikit ketimbang truk,” katanya.

Bandel di tanjakan, suku cadang melimpah

Senada dengan Andi, respons positif juga disampaikan Sofa Arif Maulana. Warga Kroya, Cilacap ini mengaku sangat jatuh cinta dengan Mitsubishi L300.

Walau ramai serbuan produk baru di pasar mobil niaga ringan saat ini, namun Mitsubishi L300 menurut dia tetap tak pernah kehilangan pasarnya. Berkat produk ini pula, banyak masyarakat yang gantungkan mata pencaharian di pertanian dan perkebunan sangat diuntungkan.

“Saya pakai mobil ini sejak 2011. Senang karena daya angkutnya besar. Dan tenaga juga juara di kelasnya ketimbang mobil-mobil angkut sejenis,” kata Arif berbincang dengan redaksi.

Arif dengan mobil pikap andalannya. Foto: Dokpri untuk Hops.id.
Arif dengan mobil pikap andalannya. Foto: Dokpri untuk Hops.id.

Ketimbang mobil pikap lain, kompartemen bak Mitsubishi L300 berukuran besar dan dapat menampung muatan lebih banyak. Selain itu, bak juga bisa dimodifikasi jadi mobil boks tertutup dengan memasang bodi alumunium tambahan di bagian belakang.

Dari segi ukurannya yang menengah, –lebih besar dari pikap biasa dan lebih kecil dari truk– mobil ini dianggap punya kelebihan, yakni Mitsubishi L300 mampu menjangkau semua medan.

Truk yang kesulitan lewat perkampungan bisa mudah teratasi dengan L300. Menurut Arif, hal yang tak kalah menarik lainnya dari Mitsubishi L300 ada pada bengkel dan ketersediaan suku cadang yang melimpah.

Sebagian besar montir juga cukup akrab dengan komponen-komponen mesin L300. “Nah yang ini, spare partnya kalau kata orang kayak kacang, kita gampang banget buat dapetin ataupun cari suku cadangnya. Kalau ada masalah juga dibenerinnya enggak susah,” katanya lagi.

Hati bertambah lega dengar purnajual tetap tinggi ketimbang mobil-mobil lainnya di pasaran. “Sejauh ini untuk bahan bakar bisa dibilang irit banget, biasanya sehari saya pakai transport dari Kroya PP ke Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto, masih lebih sisa bensinnya, itu kurang lebih 100 Km lah per hari,” katanya.

Pengalaman manis turut dituturkan Bagas dari Jember. Pemilik akun Instagram Bagas_0603 ini mengaku sudah 5 tahun gunakan Mitsubishi L300. Selain daya angkut, dia juga jatuh cinta dengan mesinnya. Bandel!

Mobil pikap L300 milik konsumen. Foto: Dokpri untuk Hops.id.
Mobil pikap L300 milik konsumen. Foto: Dokpri untuk Hops.id.

“Sebenarnya soal kelebihan itu selera dan kebutuhan pengendara masing-masing, tapi kalau menurut saya pribadi ini pas buat saya. Kalau ukuran sekelasnya, L300 menurut saya terkesan bandel di tanjakan.”

“Untuk harian, maupun tanjakan-turunan suspensinya juga enak. Jadi pas lah menurut saya. Terus juga ini mobil awet. Apalagi perawatan enggak susah,” katanya ketika dihubungi.

Mitsubishi L300 si raja small pikap 4×2

Cerita manis Mitsubishi tak putus di tiga konsumen di atas. Banyaknya kepuasan yang datang dari para pengguna di bawah membuat penjualan mobil small pikap 4×2 mencuat moncer di atas.

Saking besarnya, bahkan L300 kini jadi 3 besar produk kontribusi terlaris Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) usai Xpander dan Pajero Sport di Tanah Air.

Data sepanjang semester pertama 2021 menunjukkan, L300 terlego lebih dari 13 ribu unit atau sekira 22,6 persen dari total penjualan Tiga Berlian di Nusantara.

Larisnya penjualan mobil yang diproduksi di pabrik Mitsubishi di Bekasi ini sukses mengantarkan L300 pertahankan gelar sebagai raja small pikap 4×2 dengan pangsa pasar lebih dari 66 persen. Inilah yang membuat Mitsubishi L300 kemudian jadi salah satu produk yang punya masa hidup atau lifecycle cukup panjang, bertahan sampai 40 tahun di dunia.

Kata MMKSI, penjualan L300 bahkan cenderung stabil walau pandemi melanda. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi logistik dan pergudangan selama pandemi Covid-19.

“Seiring pemulihan ekonomi nasional, penjualan kendaraan niaga meningkat, seperti yang dialami L300 dan Triton,” ujar Director of Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro di Jakarta, belum lama ini.

L300 sendiri memang dikenal salah satu andalan konsumen Indonesia dalam jalankan bisnis. Model ini dilengkapi berbagai keunggulan, seperti total biaya kepemilikan yang baik, kemudahan dari sisi penjualan maupun purnajual, dan ketangguhan di segala medan.

Pikap L300 saat dipamerkan. Foto: Ist.
Pikap L300 saat dipamerkan. Foto: Ist.

L300 hadir dalam tiga model, yakni pikap standar, pikap flat bed dan cab chasis. Harga jualnya saat ini berkisar Rp189,5 – 194 juta. Harga ini tentu sangat kompetitif dibanding kompetitor lain. Saat ini, Mitsubishi L300 hadir dengan mesin diesel 4D56 yang dikenal tangguh dan fungsional.

Kekinian, interior Mitsubishi L300 juga kian modern karena dilengkapi dengan audio head unit dan power steering. Selain itu kabinnya luas dan lega.

Adapun dimensi cargo bed yang dimiliki Mitsubishi L300 standar adalah panjang 2.430 mm, lebar 1.600 mm, dan tinggi 360, sedangkan tinggi tipe flatbed 310 mm. Dimensi ini membuat cargo bed L300 mampu mengangkut beban hingga 1,26 ton.

Mitsubishi L300 dilengkapi dengan banyak pilihan kargo yang bisa disesuaikan dengan pilihan bisnis konsumen.

Laporan: Yosafat Bayu Wisesa/Rendra Saputra/Hops.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *