Satpol-PP Diminta Bersihkan Kantor Darurat Novel Cs


BERITASATU, Jakarta: Kelompok massa tergabung dalam Gerakan Satu Padu (SAPU) lawan Novel Baswedan dkk meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memerintahkan Satpol-PP membersihkan kantor darurat yang ada di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Koordinator aksi, Amat menjelaskan, permintaan itu lantaran mereka menilai aksi Novel Baswedan Cs yang mendirikan kantor darurat kurang etis.

“Apa yang dilakukan Novel Baswedan hari ini dengan membuat kantor Darurat depan KPK sudah melawan hukum dan sangat tidak etis,” tegasnya di sela-sela aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (17/9/2021).

“Jika Satpol PP dan pihak keamanan dalam KPK tidak bisa menertibkan kantor Darurat yang tidak sesuai peruntukannya maka sudah saatnya kita yang akan lakukan aksi bersih-bersih kepada mereka,” jelasnya.

Pihaknya pun mengaku mendukung Ketua KPK Firli Bahuri untuk segera mengambil tindakan tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Selain itu, mereka juga mendukung Firli mengeluarkan surat pemberhentian Novel Baswedan Cs dari lembaga antirasuah tersebut. 

Terkait itu, Novel pun diminta legowo dan mengakhirinya perdebatan mengenai nasibnya dan pegawai KPK lainnya yang tidak lulus TWK. Sebab, kata dia, MA dan MK sudah memutuskan bahwa TWK sah menurut hukum dan tidak merugikan ataupun melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Artinya, pemberhentian pegawai KPK atau berhenti, tetap sebagai suatu kehormatan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Rabu (15/9/2021) lalu, pegawai nonaktif KPK bersama dengan koalisi masyarakat sipil antikorupsi mendirikan kantor darurat di depan Gedung ACLC-KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Kantor darurat ini adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini,” ujar tim kuasa hukum 57 Pegawai KPK yang dipecat, Saor Siagian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *