Selesai Kuliah, Pulang atau Mengabdi Overseas


BERITASATU, Jakarta: Peneliti Mahkamah Konstitusi (MK) RI, sekaligus sosok Deklarator dan Koordinator PPI Dunia Periode 2013-2014, Pan Mohamad Faiz, mengutarakan, ada fenomena yang telah berkembang serta dibicarakan oleh para Pelajar Indonesia di luar negeri, bahwa selesai kuliah, pulang ke Indonesia untuk mengabdi (kepada bangsa dan negara).

Selesai kuliah, pulang ke Indonesia, mengabdi. Ini sudah dibahas sejak 14 tahun yang lalu, intinya untuk membangun daya saing suatu bangsa,” terang Pan Mohamad Faiz, dalam diskusi bertajuk ‘PPI Dunia Untuk Indonesia’, Jumat (17/9/2021).

Namun, seiring terus bergeraknya jaman, ditambah semakin berkembangnya penggunaan teknologi melalui gadget di kalangan anak muda, muncul paradigma lain yang mengatakan bahwa; selesai kuliah pulang, atau bersaing dari jauh.

BACA JUGA: RRI: PPI Dunia Harus Jadi Agen Perubahan

“Artinya tidak tergantung bahwa semua harus di Indonesia untuk mengabdi. Tapi pilihlah tempat dimana kontribusinya lebih besar. Boleh overseas,” sebut Faiz.

Sebelumnya, Direktur Program dan Produksi RRI, Soleman Yusuf mengharapkan, Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) bisa menjadi agen perubahan Indonesia di seluruh dunia. 

Menurut Soleman, peran PPI Dunia sama halnya seperti Radio Republik Indonesia (RRI) pada zaman kemerdekaan. 

Bahkan, terang dia, saat itu RRI bertransformasi menjadi Radio Rimba Raya pada 1948 yang menggunakan enam bahasa sebagai pengantar siaran di tengah situasi darurat akibat agresi kedua Belanda. 

“Salah satu poin penting kenapa kita merdeka ini karena peran radio di dalamnya. Waktu itu bayangkan, teknologi yang paling canggih itu radio, karena tidak ada televisi apalagi internet pada saat itu pengumuman bahwa ‘Indonesia Masih Ada’ pada tahun 1948 pada saat itu ketika agresi Belanda kedua disampaikan oleh radio yang namanya Radio Rimba Raya dibawahi oleh Kolonel Husein Yusuf,” kata Soleman dalam diskusi bertajuk ‘PPI Dunia Untuk Indonesia’, Jumat (17/9/2021). 

Oleh karenanya, Soleman berharap ke depan para anggota PPI Dunia bisa menjadi koresponden atau biro terkait perkembangan situasi negara mereka tinggal. 

Apalagi, lanjut dia, sejauh ini RRI sudah melakukan terobosan untuk memberangkatkan perwakilan koresponden di empat negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Malaysia. 

“Saya berpikir bahwa kita harus punya koresponden di luar negeri. Pada tahun 2021 ini kita seleksi lagi untuk tim di Australia, Cina dan Fiji,” jelasnya. 

“Karenanya semakin banyak pemuda pemudi yang belajar dan bekerja di luar negeri, terus menguasai ilmunya kemudian tidak lupa dengan tanah kelahirannya untuk kembali membangun. Itu adalah harapan tertinggi. Kita ingin Indonesia itu dihormati dan disegani,” pungkasnya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *