Digitalisasi UMKM Bangkitkan Ekonomi Lokal


BERITASATU, Jakarta: Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya mendukung antusias penyelenggaraan PON XX Papua 2021 yang menjadi ajang sentral perhatian para olahragawan, berbagai asosiasi dan pelaku ekonomi, khususnya Papua menyimpan begitu banyak talenta, banyak local wisdom, banyak local food product yang jika dimanfaatkan dan dikurasi dengan baik, kemudian ditambah dengan aspek digitalisasi, on boarding dengan berbagai platform dalam hal ini salah satunya dengan Grab kita harapkan bisa membangkitkan ekonomi lokal. 

Sinergi Digitalisasi UMKM Indonesia Timur Episode Kota Jayapura bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta platform digital Grab Indonesia dengan menggelar webinar dengan topik “Strategi Pemasaran yang Efektif Untuk UMK”.

Menurut Eddy, webinar ini sejalan ke dengan tiga agenda besar program fokus prioritas Kementerian Koperasi dan UKM yakni transformasi informal ke formal, transformasi memanfaatkan digitalisasi dan inovasi dengan bagaimana membawa UMKM masuk ke rantai pasok lokal, nasional dan global serta yang terakhir adalah bagaimana membuat, menciptakan dan mendorong koperasi menjadi modern.

Tidak hanya itu, Eddy juga menyampaikan UMKM lokal Papua bisa memaksimalkan pemanfaatan aplikasi-aplikasi, e-commerce, digitalisasi dalam berbagai bentuk dan dalam berbagai tujuan untuk pengembangan ekonomi, khususnya ekonomi masyarakat level mikro ini bisa sekaligus hand in hand dengan Pesta PON XX Papua 2021. 

Eddy menggaris bawahi, statistik yang sudah banyak dikutip tentang pelaku UMKM di Indonesia yang meliputi hampir 99,8% pelaku usaha di Indonesia yang terdiri daripada UMKM khususnya pelaku usaha mikro. Kontribusi UMKM di sektor UMKM kepada PDB sebesar 60% begitu juga di sektor investasi yang hampir sama angkanya dan yang terpenting adalah penyerapan tenaga kerja 97% terserap di UMKM. 

Jauh sebelum terjadi pandemi Covid 19, pada tahun 1998 UMKM bisa menjadi penolong ekonomi dan ketika krisis finansial global di tahun 2008 menjadi penyangga ekonomi namun kita melihat hari ini UMKM cukup terpuruk Ketika Pandemi Covid 19 melanda negeri sampai dengan saat ini,” ujar Eddy dalam siaran pers, Sabtu (18/9/2021).

Karena itu, papar Eddy pemerintah bertindak cepat dengan menerapkan PEN (Program Ekonomi Nasional) yang menggelontorkan sekitar Rp 700 triliun dari anggaran APBN, dimana 1/6 dari anggaran tersebut dimanfaatkan untuk menjaga UMKM agar tidak terpuruk, dan dapat bertahan melewati pandemi ini.

“Tidak hanya itu, kita bersyukur di satu sisi saat pandemi melanda, disisi lain literasi dan pemanfaatan digital menunjang perbaikan ekonomi khususnya e-commerce melonjak sangat tinggi. berbagai sektor komunikasi dan informasi dalam skala yang cukup besar harus dimanfaatkan terus, khususnya untuk UMKM. Eddy berharap seluruh komponen bisa bersinergi memaksimalkan PON menjadi ajang peningkatan ekonomi lokal khususnya Papua dan lebih khusus lagi bagi UMKM. Mari kita sukseskan PON XX tahun 2021 #TORANGBISA,” pungkas Eddy.

Sementara itu, Semuel A. Pangerapan selaku Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyampaikan “Yang harus selalu kita ingat dalam proses transformasi digital adalah nobody left behind, dimana rekan-rekan UKM juga harus diikutsertakan dalam proses transformasi digital Indonesia. Karena dengan adanya momentum ini, rekan UKM dapat memanfaatkan perkembangan      teknologi yang ada untuk membangun strategi-strategi baru, yang salah satunya adalah strategi penjualan di dunia digital.” 

Halim Wijaya, Director of East Indonesia, Grab Indonesia, menambahkan Indonesia Timur khususnya Jayapura saat ini tengah menjadi sorotan, baik dari potensi budaya, alam, maupun potensi ekonominya terutama setelah ditunjuk sebagai tuan rumah PON Indonesia. Hal ini merupakan momen penting yang harus dimanfaatkan oleh para UMKM lokal guna menjangkau pasar yang lebih luas lewat pemanfaatan teknologi. 

“Grab juga memastikan untuk terus hadir untuk membantu pelaku usaha agar siap menangkap peluang yang datang salah satunya melalui peningkatan keterampilan UMKM di kota Jayapura,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *