Efek Penggunaan Ganja, Penyakit Aneh Serang AS

  • Whatsapp


BERITASATU, Jakarta: Penggunaan ganja di Amerika Serikat semakin marak diperbincangkan setelah meningkatnya keluhan penyakit aneh timbul di negara tersebut. 

“Semakin banyak menerima pasien pengguna ganja di ruang gawat darurat dengan keluhan gangguan usus parah dengan gejala sakit perut parah, mual, dan muntah,” kata Dokter spesialis pengobatan darurat pediatri dan ahli toksikologi, Sam Wang, dikutip CNNIndonesia, Sabtu (18/9/2021).

Wang juga mengatakan jika keluhan akibat penyakit aneh itu terus berlangsung selama berjam-jam. Dan menyimpulkan jika para pasien tersebut mengalami cannabis hyperemesis syndrome (CHS) atau sindrom hiperemesis ganja.

Selain itu, ada kemungkinan jika keluhan tersebut berkaitan juga dengan dosis yakni, adanya potensi jika produk ganja yang beredar di pasaran memiliki dosis THC yang tinggi.

“Di tahun 90-an rata-rata kadarnya 4 persen atau 5 persen. Sekarang di Colorado, berkisar BERITASATU.MY.ID 15 persen hingga 20 persen,” kata Wang.

Sementara itu, para ilmuwan juga menemukan bahwa gejala sakit perut dan muntah tersebut hilang saat pengguna berhenti mengkonsumsi ganja. Namun kejanggalan tersebut ditemukan karena lebih dari setengah pengguna ganja itu berhasil meredakan gejala aneh tersebut dengan mandi air sangat panas.

Maka dari itu, untuk selanjutnya pasien akan diberikan obat antimual dan cairan IV untuk mengembalikan kadar cairan tubuh. Pasien juga akan menjalani serangkaian tes seperti tes darah dan urin, CT scan, endoskopi, dan tes pengosongan lambung untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain.

“Terlepas dari apakah itu sindrom hiperemesis ganja atau virus lain yang membuat Anda banyak muntah, jika Anda membiarkannya terlalu lama, Anda dapat mengalami gangguan elektrolit, mengalami syok dan gagal organ. CHS tidak berbeda,” jelas Wang.

Sebagai informasi sindrom CHS memang terbilang baru sehingga belum ada diagnosis medis. Namun ini bukan kasus langka. CHS kali pertama muncul dalam dunia medis pada 2004. Saat itu, sekelompok peneliti Australia meneliti tentang 19 pengguna ganja kronis yang berulang kali mengalami sakit perut dan muntah-muntah.

Tanaman ganja sendiri mengandung senyawa psikoaktif tetrahydrocannabinol (THC) yang memiliki akses ke reseptor rasa sakit tubuh. Ganja memang populer sebagai pembunuh rasa sakit.

Sementara itu, satu teori menyebut sensasi panas ekstrem akan mengganggu siklus rasa sakit dan mengurangi gejala. Akan tetapi reputasi ganja sebagai pembunuh rasa sakit malah kini menjadi pemicu rasa sakit tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *