Ibu Hamil dan Remaja Ikuti Vaksinasi Massal

  • Whatsapp


BERITASATU, Bandung: Sebanyak 2.000 warga Kota Bandung mengikuti proses vaksinasi massal bertempat di SMPN 55 Jalan Baturengat, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (18/9/2021).

Vaksinasi kali ini diperuntukan bagi ibu menyusui dan remaja usia 12 hingga 17 tahun. 

“Jadi ini dilaksanakan selama satu hari dan untuk dosis kita sediakan 2.000 dosis,” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Pengendalian Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung Andri Darusman kepada wartawan di Kecamatan Bandung Kulon, Sabtu (18/9/2021).

Menurutnya, pemberian vaksin akan dilakukan secara bertahap. Untuk siswa dilaksanakan di pagi hari, sedangkan keluarganya dilaksanakan pada siang hari.

“Jadi di sini yang diutamakan siswa usianya 12 hingga 17 tahun, tapi apabila keluarga dari siswa ada yang belum terkena vaksin, maka bisa ikut di sini. Untuk waktunya siswa pagi-pagi nah untuk selanjutnya bagian orangtuanya atau keluarganya. Jadi tidak dilaksanakan secara bersamaan,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanaraga mengatakan, untuk pemberian vaksin terhadap pelajar, pihaknya saat ini terus bergerak. Bahkan, hampir di tiap sekolah Kota Bandung menggelar vaksinasi.

“Khusus pelajar karena baru dua minggu, kalau anak pelajar ini kita terus bergerak dan setiap hari juga di setiap sekolah ada (Vaksinasi). Tapi jangan lupa protokol kesehatannya (prokes) itu akan menambah kuat dengan vaksinasi untuk menangani pandemi,” katanya.

Selain itu, pemberian vaksinasi terhadap ibu menyusui dan hamil, Ahyani mengatakan, bahwa saat ini sudah diperbolehkan mendapatkan vaksin.

“Jadi untuk ibu hamil dan ibu menyusui memang boleh ya, kalau di awal-awal memang dari uji klinis nya belum di izinkan, jadi kalau sekarang ibu hamil dan menyusui sudah boleh dan bisa mendapatkan vaksinasi,” paparnya.

Lebih lanjut, Ahyani menambahkan, jenis vaksin yang diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, masih sama seperti masyarakat umum lainnya, yakni menggunakan Sinovac.

“Untuk jenis nya sama, menggunakan jenis Sinovac, tapi yang beda itu cuman disabilitas saja yang pakai Sinopharm,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *