Bukan dibela, Novel Bamukmin minta M Kece dikasih sel khusus

  • Whatsapp
M Kece saat ditangkap Polisi. Foto: Ist.


Kasus penganiayaan yang dialami M Kece sebagai tersangka penista agama mendapat perhatian langsung Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin meminta agar M Kece di kasih sel khusus.

Pemberian sel khusus dijelaskan Novel sebagai antisitipasi agar pelaku penista agama tidak menjadi sasaran tahanan lain yang sudah pasti mengincara para pelaku penista agama.      

Novel pun berharap, pihak Kepolisian berlaku dengan adil karena dipastikan ada sebab akibat atas penganiayaan di sel tersebut.

M Kece saat ditangkap Polisi. Foto: Ist.

“Karena seharusnya Kece diisolasi dengan sel khusus, karena pasti akan menjadi sasaran para tahanan lain karena kasusnya sangat sensitif. Jadi jangan disalahkan kalau ada yang terpancing untuk menghakiminya,” ungka Novel dikutip Hops dari Rmol, Minggu 19 September 2021.

Bahkan Novel mengungkap jika M Kece masih beruntung dan masih hidup meskipun telah merasakan bogeman dari Irjen Napoleon dalam tahanan.

“Dalam hukum Islam untuk penista agama tidak ada tebusannya kecuali hukuman mati, maka Kece masih beruntung masih hidup,” ujar Novel.

Novel Bamukmin
Novel Bamukmin. Foto dokumen pribadi

Pihak Kepolisian diharapkan berlaku adil terhadap penganiaya M. Kece karena kasus penistaan agama sangat sensitif. Selain itu, jangan disalahkan jika ada yang terpancing menghakimi.

Demikian disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menanggapi kabar M. Kece diduga dianiaya oleh Irjen Napoleon Bonaparte yang juga menjadi tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri.

Tersangka kasus dugaan UU ITE dan penodaan agama Islam ini dikabarkan masih berada di Rutan Bareskrim.

Terkait kasus penganiayaan yang dialami dirinya, M Kece melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Kasusnya adalah pelapor melaporkan bahwa dirinya telah mendapat penganiayaan dari orang yang saat ini jadi tahanan di Bareskrim Polri,” kata Rusdi, dalam jumpa pers pada Jumat, 17 September 2021.

Kini pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan Kece itu. Sejauh ini, polisi pun telah memeriksa 3 tiga saksi beserta pengumpulan alat-alat bukti.

“Sudah ditindaklanjuti laporan polisi ini. Telah memeriksa 3 saksi. Kemudian juga mengumpulkan alat-alat bukti yang relevan,” tegas Rusdi.

Rusdi menjelaskan, dalam hal ini, Kece telah mendapatkan perawatan di dalam Rutan Bareskrim, usai insiden penganiyaan tersebut.

Foto M Kece saat ditangkap. Foto: Ist.
Foto M Kece saat ditangkap. Foto: Ist.

“Semua dilayani kesehatannya. Tetap ada di Rutan Bareskrim Polri,” tuturnya.

Rusdi memastikan dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece itu bakal dituntaskan dan proses hukum sendiri bakal masih terus berjalan.

“Dan saat ini kasusnya sudah pada tahap penyidikan. Dan tentunya penyidik sedang mengumpulkan alat-alat bukti lainnya yang relevan, tentunya untuk menuntaskan kasus ini. Nanti dari alat bukti itu akan dilakukan gelar perkara dan akan menentukan tersangka dalam kasus ini,” ungkap Rusdi.

“Yang pasti adalah kasus ini telah ditangani oleh kepolisian. Dan tentunya akan dituntaskan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *