Perakitan Ribosom dalam Sel Manusia Seperti Origami

  • Whatsapp


BERITASATU, New York: Semua sel membutuhkan ribosom untuk membuat protein yang diperlukan untuk kehidupan. Mesin molekuler multi-komponen ini membangun protein kompleks dengan menyatukan blok bangunan sesuai dengan instruksi yang dikodekan dalam RNA pembawa pesan sel. Tapi ribosom sendiri terdiri dari subunit kecil dan besar, yang masing-masing terdiri dari protein ribosom dan RNA. Sebelum mereka dapat memproduksi protein, subunit ini harus diproduksi sendiri.

Dalam sebuah studi baru, para ilmuwan di lab Sebastian Klinge memberikan pandangan paling rinci tentang bagaimana subunit ribosom kecil manusia disatukan dengan menangkap potret 3D mereka pada tiga tahap berbeda dari proses perakitan. Temuan ini dipublikasikan di Science.

“Perakitan ribosom seperti origami,” kata Klinge, profesor dan kepala Laboratorium Kimia Protein dan Asam Nukleat, seperti dikutip dari¬†situs Rockefeller University, Minggu (19/9/2021).¬†

“Segmen RNA dan protein lain harus dilipat secara akurat dalam langkah-langkah yang tepat. Masalah mendasar yang kami coba pahami adalah bagaimana protein yang dikenal sebagai faktor perakitan bekerja bersama untuk mengontrol setiap langkah perakitan,” jelasnya.

Pada penelitian ini, para peneliti mengembangkan platform pengeditan gen manusia untuk menandai faktor perakitan ribosom dan menetapkan prosedur biokimia baru untuk mengatasi rintangan dalam mengekstraksi partikel pra-ribosom dari nukleolus, sebuah struktur di dalam inti sel. Partikel-partikel ini kemudian dicitrakan menggunakan mikroskop cryo-electron, mengungkapkan struktur mereka pada resolusi mendekati skala atom.

Temuan tersebut merinci bagaimana sekitar 70 faktor perakitan bersatu membuat perancah dalam konstruksi subunit kecil, dan untuk memandu setiap langkah pematangannya. Setelah pekerjaan mereka selesai, faktor perakitan pecah, membebaskan subunit kecil matang yang mereka pegang di dalamnya.

Tiga tahap yang ditangkap dalam penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme molekuler kunci yang menyebabkan pembentukan subunit kecil. Temuan ini juga memberikan wawasan baru tentang penyakit manusia langka yang dihasilkan dari mutasi pada protein ribosom atau faktor perakitan selama perakitan ribosom.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *