Uang Saku Atlet Surfing, Koni Sebut Miskomunikasi

  • Whatsapp


BERITASATU, Dompu: Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu, Putra Taufan angkat bicara terkait tidak diakomudirnya dua atlet Surfing yang akan berlaga di PON XX di Papua. Putra Taufan menyebut, informasi tidak ada andil KONI dalam keberangkatan dua Atlet Surving dalam naungan PSOI Dompu itu, hanya miskomunikasi

“Kami sudah mengalokasikannya, tapi karena keterbatasan anggaran, hanya satu orang saja yang kami bantu transportasinya,” katanya, seperti dikutip dari laman www.indochanel.com, Minggu (19/9/2021).

Sejatinya, uang bantuan transportasi untuk satu orang atas nama Armasyah itu, sudah di serahkan ke pengurus PSOI yang lain, bukan ke Ketua PSOI Dompu. Pembiayaan hanya satu orang itu, akibat KONI hanya bisa membiayani atlet yang berpotensi menyumbang perolehan emas saja.

Sementara, Surfing atau Selancar Ombak, dalam PON XX Papua itu, hanya olah raga Eksebisi saja. Selain itu, keberangkatan atlet PSOI Dompu itu, dikatakan Putra Taufan, sudah ditanggung PSOI NTB.

“Itu komitmen awalnya,” tambahnya.

Sejak awal, KONI Kabupaten Dompu, akan membiayai semua atlet yang akan berangkat ke Papua. Namun, akibat refokusing anggaran akibat Covid yang berdampak pada pemangkasan anggaran hibah dari pemkab Dompu untuk pembinaan olah raga itu, juga terkena dampak.

Terkait dengan turun tangannya Bupati dalam pembiayaan dua atlet Surving dan satu pelatih dari kantong pribadi Bupati AKJ, Putra Taufan mengaku bersyukur dan berterima kasih.

“KONI Dompu sangat malu karena telah menambah beban AKJ yang sebelumnya sudah merogoh sekitar Rp 82 juta untuk uang saku dan transportasi bagi 15 orang atlit PON ditambah dua (2) orang atlit Surfing yang akan ikut eksebisi PON Papua,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *